Oct
18
2008
kuseruput cappuccino
“kopi spesial
untuk orang yang menyukai kelembutan
sekaligus keindahan”
kata Ben
dari kafe “Filosofi Kopi“
kuseruput cappuccino
teringat sebuah comment
dari seorang pengunjung
“pic-mu menyiratkan
seseorang yang indah
yang menyukai kelembutan”
kuseruput cappuccino
teringat lelucon yang diungkapkan
Angie, sang anak semata wayang
“Tipuan kamera, Ma!”
LOL
SPB 12.00 161008
Oct
18
2008
ratusane mail telah kukirimkan
bercerita tentang kegiatanku sehari-hari
kuliah
diskusi dengan dosen dan teman sekelas
perjalanan Semarang - Jogja - Semarang
mengajar di sebuah universitas swasta
seorang siswa privat yang cantik jelita
juga
tentang kegelisahan sebagai seorang feminis
meski mengaku diri romantis
pula melankolis
ratusan tulisan di blog telah kau baca
artikel
cerpen
puisi
namun tak pernah aku merasa puas
tetap kuinginkan kau menjadi milikku
seutuhnya
tak semata sebagai
a quiet, yet, diligent and loyal audience of mine
SPB 09.50 171008
Oct
18
2008
“Someone has a crush on you honey,”
kataku pada Angie
“How do you know, Ma?” tanya Angie cuek
“He has seen your cute pictures in my MP page,” jawabku
“The camera has deceived his eyes then …” komentar Angie,
tetap dengan nada tak acuh
dan ekspresi wajah dingin
“Itu anakmu ya? Cantik sekali.
Persis seperti Mamanya!” tulis seseorang
dalam sebuah PM yang dia kirimkan
“Thank you for the compliment,”
jawabku dingin
“Ketemuan yuk?” rajuk lelaki yang sama
“Kuinginkan kau tetap menganggapku cantik sekali.
Maka lebih baik kita tidak usah bertemu.
Karena pertemuan akan membuatmu tahu
Kamera itu telah menipu matamu,”
jawabku, sembari menukil pernyataan
anak semata wayangku
LOL
SPB 09.30 171008