Aug 10 2008

Minggu 10 Agustus 2008

Published by afemaleguest at 6:03 pm under daily

Hari Minggu pagi 10 Agust. 08 aku sengaja tidak ke ‘mabes’ b2w karena beberapa hal:

  1. Aku merasa butuh memiliki ‘private space’ (opo maning iki? LOL) setelah setiap hari libur di pagi hari aku selalu berkumpul dengan teman-teman b2w. Tentu hal ini disebabkan kebiasaanku sebelum gabung b2w Semarang, hari Minggu adalah hari ‘menyendiri’ bagiku. Biasanya pagi aku pergi berenang, sendirian, kadang berdua dengan Angie—my seventeen-year-old kid. Usai berenang aku nongkrong di sebuah bangku yang terletak di sebelah timur kolam renang, membaca buku, kadang menulis diary, sembari mendengarkan lagu-lagu dari MP4 player, dan menyeruput kopi yang kubeli di kantin.

  2. Angie katanya ingin sepedaan bareng aku di pagi hari Minggu. But berhubung sepeda yang tersisa di rumah ‘hanya’ city bike, dia ga mau kuajak gabung teman-teman b2w, paling-paling kita berdua nggowes tak lebih dari 30 menit aja. Terpaksa aku harus secara spesial menyediakan waktu bersepedaan dengan Angie.

  3. Ketidakjelasan tujuan akan nggowes kemana, berhubung di milis b2w Semarang orang-orang mengajukan usul-usul yang bervariasi dan tidak ada yang secara suka rela menginventarisir ide, untuk kemudian mengajukan kemungkinan voting (seperti waktu hari libur 30 Juli lalu banyak yang ngajuin ide, kemudian moderator menginventarisir ide, dan menawarkan voting, yang kemudian menghasilkan kita pergi ke Pantai Maron). Dua ide yang kuingat adalah mencoba track ke BSB, atau berkunjung ke tempat penangkaran ular milik pak Wargo. Oh well … aku belum merasa tertantang untuk nggowes ke dua tempat itu. :(

  4. Sehubungan dengan poin nomor 3, ada alasan utama mengapa aku belum merasa tertantang: kedua kakiku masih terasa cuapek banget lantaran hari Jumat 8 Agust-08 aku ‘terdampar’, ato … well … ‘mendamparkan diri’ di pantai Maron. Ceritanya begini. Hari Jumat itu setelah mengantar Angie sekolah, aku nggowes ke pantai Maron seorang diri, penasaran ingin tahu berapa menit yang kubutuhkan menuju pantai Maron dari Pusponjolo. I took 30 minutes dengan kecepatan sedang, sehingga aku tidak ngos-ngosan sesampai di pantai. Keadaan pantai sepi tentu karena masih pagi, sekitar pukul 07.00 dan bukan hari libur. Itu sebab aku ga heran tatkala aku memergoki sepasang kekasih yang sedang kissing each other (pertama kali seumur hidupku menonton live kissing show. LOL.) di sebuah kios kosong.

Berhubung penasaran dengan track yang katanya bisa sampai ke pantai Marina, aku berjalan menuju arah Timur sembari menuntun sepeda karena aku ga kuat mengayuh pedal di atas pasir.  Sayangnya, setelah berjalan selama 30 menit dari tempat parkir, perjalananku terhambat di sebuah … well apa namanya ya … something like ‘lagoon’ in English? Berhubung air laut sedang pasang, aku tidak bisa menyeberang, dan aku harus membalikkan badan, kembali ke arah aku mencapai pantai Maron dari bandara Ahmad Yani. Practically, Jumat pagi itu pulang pergi aku naik sepeda selama satu jam, dan berjalan kaki sambil menuntun sepeda di atas pasir selama satu jam pula. :( Padahal persediaan air tinggal setengah botol. :(

Itu sebab aku capek banget. Itu pula sebabnya aku tidak perlu merasa tertantang untuk ngikut bersepedaan ke Gunung Pati.

Meninggalkan rumah sekitar pukul 06.06 (menurut speedometer di sepeda), aku sampai di kawasan pantai yang tidak bernama. (clue => dari Pusponjolo aku ke arah Kokrosono menuju arteri. Sesampai di perempatan arteri, aku menyeberang ke arah utara, dan memulai perjalanan ‘off-road’.) Aku sampai di jalan setapak di pinggir pantai dimana banyak orang sedang memancing pukul 06.29.

Dari pantai, aku menyusuri jalan yang menuju ke jalan Hasanuddin, kemudian sampai di jalan Imam Bonjol, belok ke jalan Tanjung, jalan Pemuda, Agus Salim, bundaran Bubakan, sampai ke stadion Citarum, mampir ke rumah Juli di Musi II, namun yang bersangkutan sedang berada di luar kota. Dari Musi, aku ambil rute ke jalan Dr. Cipto, belok ke jalan Kartini, nyebrang ke jalan Mayjen Sutoyo, jalan Gajahmada, belok kiri ke kawasan Simpanglima, dan … sampailah aku di markas besar b2w Semarang, hanya untuk melihat adakah teman b2w yang sedang nongkrong di sana.

And …

I found mas Triyono, sitting all alone …

PT56 20.17 100808




Comments RSS

Leave a Reply