May 06 2008

Nana Podungge

Published by afemaleguest at 6:30 am under Weblogs

Seperti yang
telah kutulis di post sebelum ini, tatkala kenarsisanku muncul sewaktu ngenet,
hari Sabtu 3 Mei 08 kemarin aku pun OUT OF THE BLUE menemukan seorang sepupu
yang belum pernah kudengar namanya, apalagi beritanya. Well, mungkin my dearest
Mom pernah bercerita, namun aku yang lahir jauh dari tanah kelahiran Mom
tercinta, tak pernah memperhatikan tentang saudara-saudaraku yang tinggal di
Gorontalo.

Ceritanya begini.

Kalau
kenarsisanku muncul, aku suka menulis ‘nana podungge’ sebagai keyword di search
engine google. Dan, muncul lah site-site blogku yang tersebar di mana-mana
(benar-benar narsis yah? LOL). Hari Sabtu kemarin agak berbeda karena site yang
muncul paling atas adalah blogku yang beralamat di http://afeministblog.blogspot.com.

“Lah, emang
biasanya yang muncul site mana Na?”

Biasanya site
milik A Fatih Syuhud di blognya di wordpress atau mana lah begitu, aku ga
begitu ingat. Tentu saja posting Fatih yang mem’feature’ kan blogku yang
muncul.

Hari Sabtu
kemarin ada site yang memuat blogku yang muncul sebagai “Blogger of the Week”
di nomor 40. Artikel itu merupakan artikel yang sama, yang ditulis oleh Fatih,
namun dimuat di site yang berbeda. Yang membuatku tertarik meng-klik site itu
karena ada dua komentar yang ditulis oleh seseorang. Tentu saja hal ini sangat
menarik bagiku. “Who on earth left comment on a post about my blog?”

And … V I O L A …

Kedua komentar
itu ditulis oleh seseorang yang mengaku bernama Basir Podungge. We have the same
family name! Dia mengaku sebagai sepupu yang belum pernah kukenal. Tentu karena
merasa terheran-heran seorang ‘Podungge’ dia temukan di internet, sehingga
Basir pun menulis komentar. Karena tulisanku berbahasa Inggris, dan artikel
yang meng’highlight’ blogku itu pun berbahasa Inggris, rupanya Basir agak ragu
apakah aku bisa berbahasa Indonesia, sehingga dia menulis komentar dua kali,
pertama dalam Bahasa Indonesia, yang kedua in English. Dia dengan sengaja
menulis nama seorang sepupu yang kukenal sejak aku kecil karena dia dulu
sekolah di Pondok Gontor, sehingga tiap libur panjang dia berlibur ke Semarang.
Nah, karena dia menulis nama kak Ramiez inilah, aku jadi yakin banget bahsa
Basir Podungge ini benar-benar sepupuku.

So?

Aku langsung
kirim sms, menyapanya, memperkenalkan diri, sembari memberitahunya bahwa
akhirnya aku menemukan komentar yang dia tulis bulan Juli 2007. Dia pun
terheran-heran mengapa aku baru menemukannya 10 bulan kemudian.

Ah, jadi ingat
awal-awal aku menemukan cara untuk semakin menjadi narsis. LOL. Abangku yang
menunjukkan padaku bahwa feature VIEW MY STATS yang kupasang di blog bisa
memberitahuku banyak hal. ‘nana podungge’ merupakan salah satu keyword yang
‘membawa’ orang untuk mengunjungi blogku. Dengan googling sembari mengetikkan namaku
sebagai keyword membuatku terheran-heran, seorang A Fatih Syuhud telah memilih
blogku untuk di’highlighted’, membaca tulisanku dengan seksama, sebelum membuat
tulisan tentang aku. (Makanya ‘google page rank’ ku melonjak ke angka 3!!!)
Selain itu juga masih ada banyak orang lain lagi yang dengan mengagumkan
‘mempelajariku’ lewat tulisan-tulisanku.

Jadi ingat sebuah
komentar ‘asal’ yang ditulis oleh seseorang yang tidak jelas latar belakangnya
di blog http://afemaleguest.blog.co.uk
yang menuduhku karena unhappily married I turned to be a feminist who hates
men. “Find another foolish guy to marry you, then go home, clean the house,
cook, and do ‘women’s job. Don’t write here anymore!” katanya.

Anyway, kebanggaan
dan kepuasan seorang penulis adalah tatkala dia mengetahui bahwa tulisannya
dibaca orang, apalagi sampai ditelaah, meskipun akhirnya beberapa orang akan
‘membacaku’ dengan ala kadarnya, yang tentu saja akan menghasilkan ‘bacaan’
yang sempit pula.

“Once your
writing is published, you, as the writer, are already dead!”

Tentu begitu
komentar para strukturalis sejati. LOL. Ya biarin aja deh. LOL.

Btw, kembali ke
sepupu yang ‘telah menemukanku’ di belantara dunia maya, aku akan terus dengan
kehidupanku di kota kelahiranku, Semarang, dan dia di kota kelahiran my Mom,
Gorontalo. Aku tahu di belahan bumi Sulawesi Utara sana aku punya banyak
saudara yang belum pernah kukenal langsung.

FBB U 20.21
050508




Comments RSS

Leave a Reply