Jan 03 2008

Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama

Published by afemaleguest at 3:12 am under Health


Rumah
Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang, atau yang (mungkin) lebih dikenal
sebagai Rumah Sakit Tentara (RST) terletak di Jalan Dr. Soetomo, dekat
sekali dengan Tugumuda, salah satu landmark kota Semarang. Waktu aku
kecil dulu (baca  aku duduk di bangku SD), orang tuaku biasa mengajak
anak-anaknya periksa ke dokter mata Dr. Widagdo di RST lewat pintu
masuk ‘belakang’ yang terletak di daerah yang disebut Karangasem (aku
lupa nama jalannya LOL). Namun sekarang pintu masuk lewat belakang
(dulu kupikir itulah jalan masuk utama alias ‘depan’) itu tidak lagi
dibuka untuk umum, sehingga semua pasien, penjenguk pasien, dll harus
masuk melalui pintu gerbang yang terletak di Jalan Dr. Soetomo.
Di
rumah sakit inilah, adikku diopname sejak malam Natal 2007 sampai
menjelang malam tahun baru 2008. Dengan alasan yang tidak kuketahui
secara pasti, tempatnya yang strategis di tengah kota nampaknya tidak
dimaksimalkan oleh pihak pengelola, sehingga misalnya bisa bersaing
dengan rumah sakit yang lain, agar mendapatkan prestise yang lebih
tinggi.
Ibu dan adikku, yand dipanggil Angie TeLa, memutuskan agar
adikku yang paling kecil, yang dipanggil TeLi oleh Angie, untuk
ditempatkan di kamar nomor 2 dengan dua alasan. Pertama, takut
sendirian jika berada di kamar nomor 1, (ngeri dengan rumah sakit yang
tentu “spooky” LOL). Kedua, tentu harganya lebih ekonomis dibandingkan
jika dirawat di kamar nomor 1. Di kamar nomor 2, ada tiga buah tempat
tidur, untuk tiga pasien. Di atas tempat tidur, ada sebuah selimut,
sebuah bantal, dan sarung bantal beserta sprei yang tidak pernah
diganti, semenjak adikku masuk sampai meninggalkan rumah sakit. (Dengan
tidak sopannya aku sempat memprotes seorang suster mengapa sarung
bantal, sprei, dan selimut tidak diganti setiap hari, seperti di hotel.
LOL. Suster itu diam saja, tidak menanggapi.)
Masing-masing pasien
mendapatkan sebuah paket, tatkala pertama kali masuk, yang berisi
sebuah gelas ukuran tanggung, tutup gelas, pasta gigi kecil, sekitar 30
gram, sebuah sikat gigi, sebuah sendok makan, sebuah sabun, dan sebuah
waslap—kayaknya gitu deh namanya. LOL. Setiap hari pasien mendapatkan
makan tiga kali, namun tanpa air minum sama sekali, sehingga keluarga
pasien harus menyediakan sendiri air minum, baik air putih, maupun teh
hangat.
Satu hal yang ‘kusukai’ dari RST ini adalah penengok pasien,
baik keluarga, maupun pihak lain, bisa datang 24 jam. Aku dan adikku
bisa setiap saat datang untuk bergantian jaga. Angie pun bisa datang
menjenguk tantenya setelah pulang sekolah, tanpa terbatasi jam besuk.
Kita juga tidak diusir untuk segera pulang jika jam besuk usai.
Namun,
seperti biasa, selalu ada plus minus dalam satu hal. Karena ‘sangat
ramah’ terhadap pengunjung inilah satu peristiwa tidak enak terjadi.
Minggu dini hari tatkala adikku terlelap di atas karpet kecil di pojok
ruangan, tiba-tiba terbangun karena merasa ada gerakan yang
mencurigakan masuk ke dalam kamar dimana adik bungsuku dirawat. Ada
seorang laki-laki menatap adikku, seolah-olah ingin memastikan apakah
dia sedang tidur atau terjaga. Adikku yang super galak itu, LOL,
langsung bertanya,
“Ada apa Mas?”
Laki-laki itu menggumam, dengan nada bertanya, “Pasien Risma?”
“Bukan!” jawab adikku.
“Oh, maaf, salah kamar,” kata orang itu lagi, kemudian keluar.
Adikku
yang masih setengah tidur setengah sadar, ditambah mata minusnya, tentu
tidak sempat melihat wajah laki-laki itu dengan jelas.
Keesokan harinya, keluarga pasien di kamar sebelah kehilangan dua buah handphone.
                                                      *****
Thank
God, Senin 31 Desember 2007, dokter Taufik yang bertanggung jawab atas
sakitnya adik bungsuku telah membolehkannya pulang. Sekarang dia
tinggal dalam proses pemulihan kondisi tubuhnya. Di rumah, kita semua
bisa saling gantian mengurusnya, tanpa perlu meninggalkan rumah. Beban
psikologis yang selama ini menggayuti kami sekeluarga telah pergi.
Alhamdulillah.
PT56 18.33 010108




2 Responses to “Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama”

  1.   annaon 17 Jan 2008 at 5:39 pm

    Mba..katanya Rizka masuk RS lagi? moga cepet sembuh ya..

  2.   Nanaon 20 Jan 2008 at 2:50 am

    Betul Anna. Kali ini enam hari, dari tanggal 13 sampai tanggal 18, DB. Alhamdulillah sekarang sudah di rumah dan dalam proses memulihkan kondisi tubuh.
    Hope you are okay too there (gejala typhusnya udah kabur kan? :))

Comments RSS

Leave a Reply