Dec 23 2007

Contagious …

Published by afemaleguest at 2:19 am under daily

Aku baru tahu betapa bangga Abangku menjadi makhluk "menular". LOL.
Ceritanya begini. Kemarin, 22 Desember 2007, aku kirim tulisanku yang bertajuk "Ayu Utami" ke beberapa milis yang kuikuti, salah satunya milis media-jateng. Hari ini, aku mendapatkan ‘komentar’ atas postinganku tersebut. (FYI, akhir-akhir ini aku mendapatkan komentar atas postinganku di milis media-jateng dari Tyas, a classmate di American Studies UGM dulu yang anggota "gang of seven", sebutan dari Professor Hugh Egan, yang dulu memperhatikan tujuh mahasiswa–selain aku, ketujuh mahasiswa lain yaitu JULI, TYAS, PUTU, WIWIN, TETTY, dan DIDI– yang sering duduk bersisian, sering terlibat diskusi serius untuk mengerjakan tugas-tugas darinya.) Setelah kubuka, ah, ternyata bukan komentar, melainkan kritik atas penulisanku yang campur baur antara menggunakan English dan Bahasa. (Hey … Don’t get me wrong! I love the criticism anyway!) Dia menuduhku sok pintar menggunakan campuran English, karena toh dari segi "laporan" yang cukup komprehensif orang sudah bisa tahu bahwa si penulis reportase tersebut cerdas (baca ==> AKU, LOL. LOL.) Jadi, ga perlulah aku menegaskan kecerdasanku dengan sok menulis pake English segala.
Aku balas komentar itu dengan mengatakan bahwa tulisan itu memang bukan untuk konsumsi koran, melainkan hanya untuk kupost di blog, yang memang menurutku bersifat personal. Kalau aku menulis untuk konsumsi koran jelas bedalah cara menulisku. Sembari juga kusertakan EXCUSE bahwa aku berangkat dari menulis in English, baru kemudian mulai menulis dalam Bahaa Indonesia.
Tatkala aku menceritakan hal ini kepada Abang, sambil MENGINGATKANNYA bahwa dialah SCAPEGOAT mengapa aku menulis menggunakan bahasa campur aduk. Ternyata, dia BANGGA banget jadi SCAPEGOAT. Bukan hanya padaku, tapi pengaruh buruk itu juga dia tularkan kepada teman-temannya yang lain. Weleh …

"Kamu bilang deh Na ke dia kalau kamu tuh bukannya sok pinter, tapi karena ketularan Abangmu yang tinggal di LN." katanya. Nampaknya dia seneng banget kalau dia kucomot jadi PENYEBAB kebiasaan burukku. Wakakakakaka …

"Ah, dia tentu tidak membaca tulisanku di blog yang JELAS-JELAS NYALAHIN ABANG kenapa aku pake bahasa campur-campur," jawabku. LOL.

"Iya, kamu kasih aja link di blogmu ke dia, kalo dia ga percaya bahwa kebiasaanmu nulis campur aduk itu karena AKU."

Tuh, seneng banget toh dia kulibatkan? LOL.

Nampaknya semua orang setuju bahwa kebiasaan buruk itu MUDAH BANGET menular yah? Wakakakakaka … (Contoh: KESETARAAN GENDER merupakan sesuatu yang sulit diterima karena merupakan ideologi yang BAIK. Maksa ga nih? hahahahaha …)

C-NET 17.18 231207




Comments RSS

Leave a Reply