Nov 29 2007
My Recent Activities
Mulai
20 November 2007 aku mendapatkan kegiatan baru setiap hari Selasa,
Rabu, Kamis, dan Jumat pagi hari; yakni memberikan pelatihan Bahasa
Inggris kepada para pegawai di lingkup Bank Jateng Demak. Berhubung
pelatihan diberikan pada pagi hari, pukul 06.30 sampai 08.00 (sebelum
mereka mulai bekerja), aku harus meninggalkan rumah paling lambat
pukul 05.30, karena jarak yang kutempuh lumayan jauh, sekitar 35
kilometer, melewati jalan Kaligawe yang terkenal banjir di kala hujan
turun, dan macet, setiap hari, baik di musim kemarau maupun musim
hujan. Orang-orang menyarankan untuk melewati jalan alternatif jika
turun hujan, sehingga aku tidak akan terjebak banjir di daerah
Kaligawe. Namun tentu saja melewati jalan alternatif ini jarak yang
kutempuh akan menjadi lebih jauh, bisa sampai 45 kilometer.
Sebelum
memutuskan untuk menerima tawaran ini, aku merasa perlu bertanya
terlebih dahulu kepada Angie apakah dia tidak keberatan karena itu
berarti aku tidak akan bisa menyetrika seragam sekolahnya,
menyediakan sarapan sebelum dia berangkat sekolah, dan mengantarnya
ke sekolah. Tatkala Angie bilang, “Oke”, aku baru menerima
tawaran tersebut.
Hari
Selasa 20 November 2007, aku meninggalkan rumah sekitar pukul 05.28,
naik motor kesayanganku. Aku sampai di tempat parkir Bank Jateng
Demak, sekitar pukul 06.13. Pulangnya, gangguan terberat adalah
NGANTUK. Aku memang sering juga merasa ngantuk tatkala naik motor,
tapi waktu itu ngantukku parah banget. dan tubuhku yang sebelum itu
biasa kugenjot untuk berolahraga empat sampai lima kali satu minggu,
ternyata tetap saja terserang rasa capek luar biasa. Ngantuk dan
capek. Very bad indeed.
Btw,
waktu mendengar aku datang naik motor, beberapa pegawai Bank Jateng
Demak menyarankanku untuk naik bus saja. Namun, tatkala salah satu
dari mereka yang ternyata temanku sekelas waktu SD, dan mengetahui
aku tinggal di Pusponjolo, dia bilang ada seorang pegawai yang
kebetulan tinggal di Pusponjolo juga, tidak jauh dari tempat
tinggalku, hanya berjarak dua gang. “Kamu berangkat bareng Pak Har
aja Na naik mobil, nanti aku bilang ke dia. Kebetulan hari ini beliau
ga masuk karena sakit.”
A
very nice offer, so aku setuju saja, meskipun agak ragu dengan
kendala macet yang akan kuhadapi dalam perjalanan pulang. Naik motor
jelas ga bakal terlalu terganggu macet karena aku bisa memilih jalan
di pinggir. Kalau naik bus? Namun kupikir menolah tawaran yang
bermaksud baik bukanlah sesuatu hal yang bijaksana.
Semula
kupikir, sepulang dari Bank Jateng Demak, aku masih sempat mampir
sejenak ke Paradise Club untuk berfitness ria sejenak, barang 30-60
menit. Namun pengalaman hari pertama itu ternyata aku ngantuk dan
capek berat membuatku harus merelakan aku tidak akan melakukan
fitness maupun erobik selama tiga hari berturut-turut setiap minggu.
Hari Jumat masih agak mending karena aku masih bisa mampir berenang
seusai mengajar jam 4 sore.
Tanggal
20 November kemarin aku sampai rumah sekitar pukul 09.00, setelah
melepaskan jaket, blazer dan blus, aku langsung menghempaskan tubuhku
ke atas tempat tidur. Gile capek banget.
Sempet ngebayangin orang-orang Jakarta yang setiap hari harus
meninggalkan rumahnya pukul 05.00 berangkat ke kantor. Pulang bisa
sampai rumah pukul 19.00 atau lebih.
I
took a nap around two and a half hours.
Hari
Rabu 21 November aku meninggalkan rumah pukul 05.28, jam yang sama
dengan satu hari sebelumnya, sampai di Bank Jateng Demak pun jam yang
sama, pukul 06.13. Namun untunglah pulangnya aku tidak terserang
mengantuk yang membahayakan jiwaku. (Jalan raya selepas Kaligawe
Semarang sampai masuk ke Jalan Sultan Fatah Demak, aku harus berpacu
dengan kendaraan-kendaraat berat, bus dan truck.) Sepulang dari sana
pun aku tidak capek-capek amat. Waktu listrik mati di rumah, daripada
kegerahan, aku kabur ke bengkel, servis motor dan ganti oli. Para
mekanik yang biasa jadi centil kalau ngeliat cewe cakep datang ke
bengkel (LOL, makanya aku pernah ngajakin Abangku ke bengkel untuk
nemenin, daripada dikecengin para mekanik yang kecentilan itu, namun
tentu saja Abangku ga bisa, he lives far away from me!!!), langsung
menyambutku dengan hangat, “Hello mbak, wah udah lama ga ke sini!”
“Yah,
motor terakhir kuservis bulan September kemarin, kan belum lama. Trus
tanggal 31 Oktober kemarin aku juga kesini beli spion karena
peraturan pemerintah memberlakukan bulan November ini sebagai bulan
tertib berlalu lintas memaksaku membeli spion baru. Lagipula ngapain
juga aku sering-sering kesini?”
Jutek
yah nadaku menjawab? LOL.
“Ya
nengok-nengok kita lah mbak,” jawab salah satu dari mereka. LOL.
“Om,
motor kutinggal yah? Mau ke salon dulu,” pamitku ke Om si empunya
bengkel.
Sore
hari Pak Har, pegawai Bank Jateng Demak yang katanya adalah
tetanggaku menelpon, bertanya dimana tepatnya aku tinggal, dan
janjian keesokan harinya dia akan menjemputku jam berapa.
So,
hari Kamis 22 November dan Jumat 23 November 2007 aku berangkat
bareng Pak Har. Berangkatnya enak, pulangnya terpaksa terkendala
macet. Hari Kamis aku sempet kesel dan jadi ragu lebih enak naik
motor—namun capek dan terlalu riskan tatkala aku mengantuk—karena
jam 9 aku masih terhalang macet di daerah Sayung, sebelum masuk ke
pertigaan antara Demak, Tlogosari, dan Terminal Terboyo. Padahal
biasanya jam 9 aku sudah sampai rumah. Hari itu aku baru nyampe rumah
pukul 10.30! Hari Jumat, untunglah macetnya ga keterlaluan, aku
sampai rumah pukl 09.45.
Komentar
my dearest Mom tentang kegiatan baruku, mengajar pagi-pagi di Demak?
“Mami
malah lebih suka mbak Nana dinas pagi-pagi gitu, agar Angie belajar
mandiri. Seragam disetrikain. Sarapan aja yang ngambilin mboknya,
trus disuapin. Setelah itu diantar ke sekolah.” Weleh … LOL.
FYI,
kegiatan ini akan berlaku sampai tiga bulan ke depan. Aku masih
berpikir kira-kira siapa yang bersedia menggantikanku tatkala aku
menghadiri seminar internasional yang diselenggarakan oleh Unika
Soegijapranata sok 16-17 Januari 2008.
PT56
22.02 251107