Oct 22 2007
My idea was stolen
Bagaimana perasaanmu jika idemu dicomot begitu saja dan ditulis oleh
seorang jurnalis, dimuat di sebuah surat kabar yang mengaku terbesar di
Jawa Tengah, tanpa menuliskan namamu sebagai si pemilik ide?
Hari
Jumat 19 Oktober 2007 di surat kabar tersebut halaman 4 termuat sebuah
artikel dengan judul “Hipermarket, Memangsa Mom and Pop’s Store?” aku
langsung heran. Istilah MOM AND POP’S STORE aku dapatkan dari Professor
Kenneth Hall, dosen tamu sewaktu aku kuliah di American Studies UGM
yang waktu itu memberikan mata kuliah “American Capitalism”. Aku
menuliskannya dalam postinganku yang kuberi judul HYPERMARKET (klik
link berikut ini
http://serbaserbikehidupan.blogspot.com/2007/09/hypermarket.html )
bulan September kemarin setelah DP MALL diresmikan dan menarik
perhatian jutaan penduduk Semarang. Aku ingat sepulang dari kuliah
waktu itu, aku dan Julie berdiskusi tentang hypermarket yang mencaplok
Mom and Pop’s Store yang mengingatkan kita berdua pada film YOU’VE GOT
MAIL, contoh yang sangat realistis terjadi dilukiskan dalam film yang
berkisah tentang sepasang (calon) kekasih yang bertemu pertama kali
lewat dunia maya.
Lha kok tahu-tahu ide itu nongol di surat kabar tersebut?
Di
dalam artikel yang sama, aku menulis pernyataan Michael Sunggiardi,
presenter utama dalam seminar “SOLUSI IT MURAH UNTUK DUNIA BISNIS” yang
diselenggarakan oleh Unika Soegijapranata, “Di Sudan yang konon
merupakan negara yang lebih miskin dibandingkan Indonesia, menjual
rokok eceran saja minimal 5 batang dan kelipatannya. Di Indonesia yang
nampak lebih makmur dibandingkan Sudan, orang-orang masih biasa membeli
rokok eceran satu batang.”
Namun si jurnalis salah membaca
tulisanku di artikel tersebut. Yang dicomot justru adalah pertanyaan
(atau pernyataan) dariku, “Mana bisa membeli rokok satu batang di mall?
Mana ada orang Amerika membeli rokok hanya satu batang, meskipun di Mom
and Pop’s Store?” dan dituliskan di artikel di surat kabar tersebut
sebagai pernyataan dari Michael Sunggiardi, yang nampaknya sobat lama
Ridwan Sanjaya, dekan Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata.
(FYI, I attended the seminar coz I got the invitation for free after
winning the blog competition held by IKOM Unika Soegijapranata.) Lah,
kalau Michael Sunggiardi membaca artikel tersebut, bakal heran lah dia
karena ditulis dia menyatakan, “Mana bisa membeli rokok satu batang di
mall? Mana ada orang Amerika membeli rokok hanya satu batang, meskipun
di Mom and Pop’s Store?”
By the way, dalam hobbyku blogging, aku
selalu berusaha untuk menulis darimana aku mendapatkan ide, seandainya
ide itu tidak murni datang dariku. Misal, pernyataan di Sudan yang
boleh membeli rokok minimal 5 batang. Kalau tidak menghadiri seminar
itu dan mendengarkan presentasi Michael Sunggiardi dengan tekun, mana
aku tahu? Kalau aku cabut dari kuliah Professor Kenneth Hall, mana aku
tahu kalau hypermarket di Amerika benar-benar memangsa Mom and Pop’s
Store? Mana aku bisa menulis artikel yang kuberi judul “HYPERMARKET”
itu? Dan aku sebutkan nama kedua orang tersebut dalam artikel itu.
By
the way (again), beberapa tulisanku yang terinspirasikan tulisan Adi
Ekopriyono, salah satu wartawan di surat kabar itu, aku tak lupa
menyebut namanya tatkala aku menuliskannya..
Jadi ingat
‘kecelakaan’ di milis Forum Interaktif bla bla bla tatkala seorang
member komplain karena tulisan di blognya di’culik’ dan dimuat di surat
kabar online dan nama penulisnya diganti nama salah satu moderator
milis tersebut. Contoh plagiarisme yang benar-benar memalukan.
Masih
untunglah kasus yang terjadi padaku hanya pencomotan ide. Cuma
nyebelinnya yaitu blogging adalah suatu non profitable activity,
sedangkan jurnalis kan dibayar secara profesional oleh surat kabar
tempat mereka bekerja?
PT56 20.35 201007
semoga orang yang melakukan itu mendapat balasan yang setimpal Mba Nana, sekecil & bagaimanapun bentuk mencuri itu ya tetep nyuri atau nyolong namanya.. merugikan orang lain.. hhh. aku paling gemes deh kalo denger temen ada yang kecurian ngerasain gmn eneknya krn dulu aku banyak ngalamin Mba Nana, jaman Kost2an perhiasan, baju dll.. sampe terakhir pas aku lagi proses buat pementasan Theater jg perhiasan kesayanganku ( warisan dr mamaku soalnya )berupa 2 buah cincin bermata kucing & giok raib.. itu yg sampe skrng msh tetep eneknya gak ilang.. terus kalo soal tulisan aku bahkan ngalamin yang tulisan aku kirim ke salah satu majalah eh ternyata di publishnya bukan pake namaku lagi.. enek gak tuh.. tapi waktu itu aku masih duduk di bangku SMA so gak tahu mesti berbuat apa, kalo dah paham kaya sekarang sih pasti kudatengin tuh ke Redaksinya.. biarpun gak bs di proses secara hukum, sedikitnya orang jd tahu tuh yg publish adalah pencuri..
aku inget jg ada salah seorang temenku bilang pas kita lg cerita ttng punya temen ternyata pencuri,dia bilang “mending punya temen pemabok daripada pencuri”.. ha..ha..
kalo mabuknya gak kelewatan yg bs sampe ngerusak & merugikan orang juga sih iya kali ya?.. he..he..
Omigod..
Beberapa waktu yang lalu saya juga membaca artikel di surat kabar tersebut. Judulnya sangat menarik dan eye catching sekali. Mom and Pop’s Store bukan istilah yang biasa saya jumpai. Ternayat hasil mencaplok ide orang lain.
Ms. Nana nggakl berminat jadi jurnalis? Saya rasa Ms. Nana kompeten untuk itu
Being a journalist? I used to want that, Elva, but my life led me to be a teacher.
Now? no vacancy for more than 35 years old 
Yang terhormat
Rakyat Indonesia
Di tempat.
Seluruh Rakyat Indonesia dimanapun berada
Sepuluh tahun sudah berlalu dan tidak ada yang berubah
Beberapa berganti nama, beberapa berganti wajah
Beberapa berganti istilah …. Semua seolah berganti
Tapi semua tetaplah sama
Untuk itu, ijinkan aku mohon maaf
Karena hingga hari ini
Tak ada perubahan yang bisa dipersembahkan
Tak ada harta yang bisa diwariskan
Tak ada jabatan yang bisa dibanggakan
Aku sadar dan minta maaf
Karena hanya kejujuran bercerita yang tersisa
Tentang perjalanan panjang dari rangkaian cita-cita
http://www.pena-98.com
http://www.adiannapitupulu.blogspot.com.