Apr 24 2007

Tukulmania

Published by afemaleguest at 6:02 am under Current Affairs

Tukul

Siapa yang belum
pernah mendengar acara “Empat Mata” yang ditayangkan oleh Trans 7? Namun
percayakah kamu bahwa aku sendiri belum pernah duduk manis di depan televisi
untuk sengaja menonton acara yang digawangi oleh Tukul Arwana, pelawak yang
berasal dari kota kelahiranku pula, Semarang. Ada dua alasan utama yang
melatarbelakanginya. Pertama, kehebohan acara “Empat Mata” ini tidak cukup
berhasil untuk memaksaku nongkrong di depan televisi. Yang kedua, memang aku
ini bukan penyuka televisi sejati. LOL. Percayalah, tidak mudah untuk
memprovokasiku agar menonton satu acara tertentu di televisi. LOL.

Berarti aku termasuk
kategori katro dong? LOL. FYI, aku tahu istilah “katro”, “tak sobek-sobek”
maupun “kembali ke laptop” bukan karena hasil nongkrong di depan televisi,
namun karena begitu sering siswa-siswa di kelasku menirukan celetukan khas
Tukul ini.

“Lantas, kamu mau
nulis apa dong Na di artikel ini kalau kamu sendiri belum pernah nonton “Empat
Mata”? barangkali ada yang bertanya begitu. (Mohon maklum, karena menderita
gejala schizophrenia, aku suka ngomong pada diri sendiri. LOL.)

Dalam kehidupanku
sehari-hari, aku kebetulan pernah berada di satu tempat yang membuatku
mendengar orang-orang berbicara tentang Tukul.

Pertama, beberapa
minggu yang lalu tatkala aku mandi setelah berenang di kolam renang Paradise
Club. Beberapa perempuan berusia sekitar 60-an yang mandi bersamaku merumpi
tentang keberhasilan Tukul. “Wajahnya jelek tapi pinter cari uang ya tak
apalah.” LOL. Ada juga yang bercerita ketika anaknya menghadiri pernikahan
seorang teman anak orang kaya di Semarang yang mengundang Tukul sebagai
penghibur. Keren bo’ mengundang Tukul ke pestar pernikahan? Barangkali. Tapi,
tentu saja hasilnya perhatian para tamu undangan akan tersita kepada Tukul
daripada kepada mempelai berdua.

Kedua, satu pagi dalam
perjalanan menuju kantor, ban motorku bocor. Untunglah tidak jauh dari situ ada
tukang tambal ban yang sudah buka (waktu itu sekitar pukul 07.15). Ketika
menunggu inilah, aku numpang nongkrong di salah satu warung dekat tambal ban.
Si pemilik warung memiliki anak kecil berusia (mungkin) sekitar 1,5-2 tahun
yang sedang dimomong oleh kakaknya (atau omnya?) Si kakak menggoda bibir si
kecil yang maju (bahasa tepatnya apaan ya? LOL) seperti milik Tukul.
Sang ibu serta merta berkomentar, “Ah ga papa punya bibir seperti bibir Tukul.
Jelek-jelek gitu duitnya banyak!”

Ketiga, satu malam aku
sedang ngenet di warnet langganan. Berhubung aku tidak mendapatkan tempat di
ruang utama, aku harus ke lab yang kebetulan tidak banyak user, sampai aku
tinggal seorang diri di lab tersebut. Aku males pindah karena harus membuka
website lagi satu persatu. Kalau akses lambat, wah, bakal butuh waktu lebih
lama kan? Pada waktu itu aku ditemani dua pegawai yang asik ngobrol. Guess
what? Mereka ngobrol tentang Tukul yang honor sekali shooting yang aduhai.
Salah satu dari mereka berkomentar, “Honor Tukul dalam satu minggu itu sama
dengan gajiku berapa bulan ya?”

Oh gosh, wherever I am
… aku mendengar orang berbicara tentang Tukul!!!

PT56 12.40 240407




2 Responses to “Tukulmania”

  1.   Elvarettaon 24 Apr 2007 at 6:40 pm

    Don’t worry Ms. Nana, nggak perlu nonton Tukul d.
    Saya pernah nonton sekitar 15 menit (include iklan) untuk kemudian memutuskan ada lebih banyak hal lain untuk dilakukan ketimbang liat Tukul. Nggak banget d

  2.   Nanaon 24 Apr 2007 at 6:49 pm

    Don’t worry, Elva, I am not worried. LOL.

Comments RSS

Leave a Reply