Feb 28 2007

Dewi Penolong?

Published by afemaleguest at 4:30 am under daily

“Gile, dewi penolong bisa sakit juga toh?” sapa temanku tatkala aku muncul di teachers’ room hari Senin 26 Februari 2007.

Aku heran, emangnya aku ini bukan manusia biasa yang bisa jatuh sakit juga? But yeah … seingatku, semenjak aku bekerja di lembaga tersebut tahun 1996 sampai hari Sabtu 24 Februari 2007 kemarin tidak pernah aku tidak masuk kerja dengan alasan sakit—baik aku maupun anak semata wayangku yang sakit. Kalau hanya flu, batuk, suara habis, biasanya aku selalu masuk kerja. Aku bukan tipe manja yang hanya gara-gara kurang enak badan tidak masuk kerja.

Aku mulai merasakan sakit di tenggorokanku hari Rabu 21 Februari, namun aku cuekin saja. Aku selalu merasa bahwa tubuhku ini memiliki daya tahan yang kuat dan juga memiliki daya menyembuhkan diri yang bagus juga. Biasanya cukup dengan mengkonsumsi permen HEXOS yang tidak terlalu pedas itu bisa melegakan tenggorokanku pelan-pelan namun pasti. Yang menjadi masalah adalah, aku tidak memiliki persediaan permen HEXOS di rumah, dan aku lupa membelinya waktu mampir ke supermarket dekat rumah hari Kamis pagi.

Kamis sore Abang memberitahuku dia kena demam. Pasti gara-gara dia kecapekan. Kalo aku gara-gara apa yah? Cuma mau kompak aja sama dia? LOL. LOL. Dan malam itu aku baru sadar bahwa aku pun sudah mulai bersin-bersin, batuk mulai menyerang, dan suaraku mulai serak ga karuan. Aku memang bukan penyanyi yang mengandalkan pita suara, tapi sebagai guru, aku juga harus banyak bicara toh? L

Jumat pagi aku mulai merasa tubuhku “not delicious”. LOL. But, aku tetap melakukan kegiatan rutinku, mengantar Angie ke sekolah, trus ke Paradise Club untuk nongkrong membaca buku dan menulis diary dan fitness sedikit. Pulang dari PC, mencuci baju seragam my Lovely Star, mandi (pakai air dingin yang kutengarai membuat tubuhku menjadi menggigil kedinginan siangnya) dan memasak orak-arik, kesukaan Angie.

Jumat sore, tubuhku mulai panas. My dear mom khawatir karena baru saja ada tetangga meninggal karena DBD, sehingga she insisted that I go to the doctor. So, ke dokter lah aku malam itu, ditemani Angie. Aku pikir, ah, sekalian manja ajalah, hari Sabtu pagi ga usah masuk kerja, minta tolong seorang teman untuk substitute me. Sekali-sekali ga masuk kerja karena sakit, dan bukan karena ke luar kota to attend seminars or things like that.

Hari Senin, aku sudah bosen dengan kamarku yang tentu telah penuh dengan virus yang keluar dari tubuhku ini. So, I decided to go to work.

Dan, kemudian, ternyata di kantor, disambut dengan pernyataan, “Eh, dewi penolong bisa sakit juga yah?” L L

FYI, aku cukup dikenal sebagai a helpful workmate yang siap menolong teman untuk menjadi substitute teacher seandainya mereka tidak masuk kerja, baik karena sakit maupun karena pulang kampung, atau apalah. And I think I DESERVE TO GET HELP BACK toh?

Ah, mungkin karena moodku sedang ga enak waktu itu sehingga aku merasa a little offended tatkala disapa seperti itu.

PT56 14.20 280207




Comments RSS

Leave a Reply