Jan 27 2007
Nasi Jamblang
Di atas ini adalah gambar suasana warung Nasi Jamblang Mang Dul yang terletak di seberang jalan Grage Mall, Cirebon, hari Senin 22 Januari 2007 pukul 05.50. Sebelum meninggalkan Cirebon, kakakku mengajakku dan Angie sarapan di sini.
“Nasi Jamblang” merupakan makanan kegemaran orang-orang Cirebon, termasuk kakakku yang telah menjadi penduduk Cirebon semenjak hijrah ke sana tahun 1990. Menu pilihan yang ada sebenarnya biasa saja, tidak jauh beda dengan yang disediakan di warteg-warteg, yakni nasi putih, ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng/sayur, rendang daging, udang goreng, telur dadar, telur ceplok, sambal, dll. Yang membedakan adalah ketika kita makan, piring kita dilapisi dengan daun jati. Nasi putih yang ada di warung Nasi Jamblang Mang Dul pun dibungkus dengan daun jati. Ketika akan makan, si pegawai akan bertanya berapa porsi nasi yang kita inginkan. Setelah menaruh nasi di atas piring yang dilapisi daun jati, kita bisa memilih sendiri lauk yang mana yang kita inginkan. Aku suka tempe gorengnya karena digoreng sampai kering dan rasanya memang berbeda dengan tempe goreng di tempat lain, enak. (termasuk yang kugoreng sendiri di rumah, yang biasanya kalau ga keasinan ya kurang asin. LOL. Maklum, cooking is not my cup of tea. LOL.)
Kebanyakan tempat makan di Cirebon, as far as I know, menyediakan minuman gratis, yakni teh tawar. Maka, kalau kita tidak pesan minuman yang lain, pegawai akan memberi kita satu gelas teh tawar. Aku dan Angie yang tidak terbiasa dengan teh tawar, tentu saja selalu dipesankan teh manis oleh kakakku.
Berikut ini adalah gambar suasana tempat duduk di warung Nasi Jamblang Mang Dul. Yang paling pojok mengenakan kemeja putih adalah kakakku, sebelahnya istrinya, dan Angie duduk di sampingnya.
Sangat sepi pagi itu, mungkin karena masih terlalu pagi. Tapi kalau kita kesana hari Minggu, sekitar jam 7 pagi, tempat ini penuh sesak orang yang mungkin baru saja melakukan jalan-jalan atau olah raga yang lain. Setelah jam 8, tempat ini akan jauh lebih ramai dan berisik lagi dipenuhi orang-orang yang pulang dari kebaktian di gereja. Hari Minggu 21 Januari sebelum diajak ke tempat wisata Linggarjati, aku dan rombongan kecilku (kakakku, istrinya, plus Angie) juga sarapan di warung Mang Dul sekitar pukul 7. Aku lupa bawa hape (dengan kameranya yang mutunya cuma pas-pasan LOL) sehingga tidak sempat mengabadikan suasana itu.
Sebenarnya kakakku lebih suka ke warung Nasi Jamblang Pelabuhan yang terletak dekat pelabuhan, dan memang aku setuju dengannya bahwa masakan di sana lebih lezat dibanding di Mang Dul. Hari Sabtu pagi aku dan rombongan.sarapan di Nasi Jamblang Pelabuhan. Satu kelemahan: letaknya lumayan jauh dari tempat tinggal kakakku.
Nasi Jamblang merupakan menu wajib ketika aku berkunjung ke Cirebon. Bukan aku yang mewajibkan, tapi kakakku loh. LOL. Aku cuma ngikut aja kemana kakakku mengajak. Dia sudah dengan baik hati menerima kedatanganku ya aku ga mau merepotkan dia. Bukankah aku adalah adik yang understanding? LOL.
PT56 07.05 280107