Dec 23 2006
Tidur
Aku dikaruniai suatu kemudahan yang sering membuat Abang iri padaku—gampang tertidur dimanapun aku berada. Asal aku sudah mencium bantal dan memeluk guling, mataku akan gampang merasa mengantuk yang kemudian akan membawaku ke buaian dunia mimpi. Jika aku merasa tidak begitu mengantuk, aku tinggal mengambil buku, membacanya, dan tak lama kemudian mataku pun akan sayup terkantuk-kantuk, dan tidurlah aku.
Dalam perjalanan pun aku mudah tertidur. Sebagian besar perjalanan yang kulewati antara Semarang-Yogya kulalui dengan mata terpejam. Ketika aku berkunjung ke rumah saudara—misal kakakku yang tinggal di Cirebon—aku juga gampang tertidur.
Semula hal ini kuanggap suatu kebiasaan yang juga berlaku bagi kebanyakan orang. Dan sepertiku pula, jika orang sulit tertidur, membaca buku akan mempermudah mata mereka merasa mengantuk. Namun, ternyata tidak semua orang mengalami hal yang sama sepertiku.
Dalam perjalanan hidupku ini aku mengenal beberapa orang yang tidak mudah tertidur di rumah sendiri, apalagi dalam perjalanan atau di tempat asing. Tatkala Abang menjulukiku “penidur” aku baru sadar betapa aku lupa mensyukuri anugerah yang satu ini. Sangat jarang satu masalah besar begitu memberati pikiranku yang kemudian akan mengganggu aktifitas tidurku, meskipun ini tidak berarti aku tidak pernah mengalami tidak bisa tidur semalaman karena ada suatu persoalan yang menggayuti pikiranku.
Tidur yuk? LOL.
PT56 11.23 221206