Dec 23 2006
Loving Nicks
Seberapa sukakah kamu memberi loving nicks kepada orang-orang terdekatmu?
Seingatku dulu aku bukanlah tipe orang yang suka memberi loving nicks kepada orang-orang terdekat. Hanya kepada Angie aku memanggilnya ‘Sayang’ yang tentunya bukan merupakan a special nick karena bejibun orang yang menggunakan nick ini kepada orang-orang yang disayanginya.
Loving nick pertama yang tiba-tiba kugunakan untuk mengacu ke seseorang adalah ‘hunk’ karena dia—di mataku, di mata orang lain belum tentu—bener-bener keren. LOL. Setelah aku ‘menemukan’ dan membaca novel Lelaki Terindah tulisan Andrei Aksana, aku pun dub my hunk sebagai Lelaki Terindah:. Copycat bener. LOL. My ‘hunk’ adalah Lelaki Terindah bagiku yang belum tentu orang lain setuju. LOL. But ga papa toh? LOL. Another loving nick buatnya adalah ‘catharsis’ karena dialah tempat I express everything crowding my mind, heart, and soul. Cie … LOL.
Ketika mulai membuka blog baru untuk Angie, aku berpikir-pikir apa nama blog nya yang cocok buat anak semata wayangku itu. Akhirnya aku menemukan yang bagiku pas, yakni LOVELY STAR. Angie is my lovely star, dia adalah bintang dalam hidupku, bintang yang cantik dan indah, dalam arti harafiah maupun karakternya. She has always brightened my life, and she will always will. Alamat blogku adalah http://mylovelystar.blogspot.com Sayangnya karena akhir-akhir ini aku mulai jarang ngenet, dan jarang dihampiri ide untuk menulis tentang bintang kejoraku ini (Abang kadang menggantinya menjadi ‘bintang kejora’ LOL), aku jarang pula posting di blognya. Dan, entah mengapa di warnet tempatku online, blogspot sering error. L Kalau berbicara langsung ke Angie, aku jauh lebih sering menyebutnya “Sayang” daripada namanya “Angie”. Kadang-kadang, aku menggunakan kata ‘ku’, “Ada apa Sayangku?” atau “Tunggu sebentar Cintaku …”
Ketika Abangku hadir dalam hidupku, dengan serta merta aku menjulukinya Guardian Angel. (Nampaknya aku terpengaruh setelah menonton film NEL, di mana NEL menggunakan istilah GUARDIAN ANGEL untukmemanggil seorang laki-laki yang hadir dalam hidupnya, yang selalu berusaha melindunginya dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan hanya ingin mengganggu ketenangan hidupnya.) Meskipun Abangku tinggal ribuan mil jauhnya dariku, I know he always wants to guard me, to protect me; padahal sebagai seorang feminis, aku ga begitu suka dengan ide seseorang protecting me, as if I were a fragile doll. Tapi kalau sama Abang, wah, ga berkutik aku ini. Huehehehe … Amazing kan dia, mampu melunakkan si rebel? LOL. He is also my present catharsis, tempatku bercerita tentang segala, suka maupun duka. Kata ‘Abang’ ini sendiri bisa merupakan loving nick karena dia adalah satu-satunya orang di dunia ini yang kupanggil ‘Abang’. Dan aku pengennya aku adalah satu-satunya orang di dunia ini yang memanggilnya ‘Abang’, meskipun tentunya aku ga bisa melarang orang lain untuk memanggilnya seperti itu.
Loving nicks darinya buatku?
Wah buanyak banget. LOL. Yang paling utama adalah “Humming Bird”. Seperti yang kutulis di atas, dia tempatku bercerita, tempat aku ngoceh, kayak burung. LOL. And he always lends me his ears to listen to me, lends me his eyes to read my emails, termasuk apa yang kutulis di blog.
Selain itu, dia pernah suka godain aku dengan istilah Ndoro Nana Cimplon. LOL. Meskipun aku agak ga begitu suka, aku diam saja, kayaknya dia suka godain aku dengan memanggilku seperti itu ‘Ndoro’. Namun, tatkala dia membawa kebiasaan ini ke milis tempat kita gabung bersama, wah …, aku mulai terusik. Ga enak banget lah pokoknya kalau sampai orang-orang usil nanyain, darimana kata ‘Ndoro’ ini berasal. Ga enak aja kalau orang berpikir, “Who the hell is Nana? Why is she called ‘Ndoro’?” Padahal aku ga suka dikotomi ningrat dan tidak ningrat, atau si kaya dan si miskin.
Mengenai kata ‘Cimplon’ aku juga ga ‘ngeh’ darimana dia mendapatkan kata ini. dan aku cuek aja, tidak bertanya sampai Angie nanyain, “What does ‘Cimplon’ mean Mama?” ketika dia tahu Abang suka manggil aku ‘Cimplon’. Akhirnya aku tanya saja ke dia. (Nana kurang kreatif, atau terlalu cuek? LOL.) Dan Abangku pun heran kok aku tidak tahu darimana kata Cimplon berasal. Ternyata dia ambil dari tokoh komik yang pernah terkenal beberapa dekade yang lalu di koran Kompas, karakter seorang perempuan (kayaknya namanya ‘Cemplon’ deh ya, dan bukan ‘Cimplon’? well, beda satu huruf boleh deh dimaafkan. LOL.) yang seingat Abang cantik sekali. Waktu aku cerita ke Angie, “Nick ‘Cimplon’ diambil dari nama tokoh komik yang cantik sekali, yang pernah muncul di koran Kompas beberapa dekade yang lalu, komentar Angie adalah, “Cantik sekali Mama? Hah … please deh!!!” wakakakakaka …
Setelah aku komplain tentang penggunaan ‘Ndoro’, akhirnya dia mau menggantinya dengan ‘Diajeng Putri Cimplon’. Hahahaha … oh, well, that’ s better lah. Dan untuk memadukan ‘Diajeng Putri’ ini, aku jadi memanggilnya “Kangmas Bagus”. Kadang-kadang aja, karena aku tetap lebih suka menyebutnya ‘Abang’.
Abang juga suka panggil aku ‘Honhon’. Sounds like nama burung kan? Yah, misalnya burung Bulbul. LOL. Ternyata kata ‘honhon’ berasal dari ‘honey honey’. LOL. Ada beberapa orang yang dekat denganku memanggilku ‘honey’ atau disingkat ‘hon’, dan Abang maunya beda, so didobel lah, dan menjadi ‘honhon’. LOL. So? Sayangnya ke aku dobel juga dibanding orang yang memanggilku ‘hon’? LOL. Logikanya begitu kan? LOL.
Dan, di chat kemarin, out of the blue, dia memberiku nick baru, ‘the renegade’. Waduh … LOL. Aku lebih suka menyebut diri sendiri sebagai ‘the rebel’, eh, dia lebih menyangatkannya dengan menyebutku ‘the renegade’. Cocok juga kali. LOL. Aku dilahirkan dalam sebuah keluarga Muslim yang sangat strictly religous dan kolot, dan sekarang aku menyebut diri sebagai the secular. Memang ‘the renegade’ kok yah? J
Apa loving nicks yang kamu pakai untuk memanggil your loved ones?
PT56 13.50 211206