Dec 26 2005

Indonesia vs New York

Published by afemaleguest at 12:16 am under Current Affairs

The following is another email for one good friend of mine. Well, as usual, hopefully can give a new horizon in viewing this life. :)

Hello say,

Sudah pernah membaca buku Si Parasit Lajang tulisan Ayu Utami? Kalo belum, ya beli dong. It is one of my favorite books. Gak bakal nyesel deh entar. (wah, kok aku jadi promosi? Hehehe…)

Di salah satu artikel di dalam buku itu, Ayu menyebut tiga hal yang didambakan oleh orang Indonesia sehingga mereka merasa hidup mereka ‘komplit’, yakni, menikah, punya pekerjaan, dan punya anak. Kamu setuju kah? Well, mungkin kamu setuju. Di salah satu email yang kamu kirimkan setahun yang lalu, kamu bilang betapa kamu merasa sepi dalam hidupmu ini karena kamu hidup sendiri. dalam kesendirian yg lama kita juga butuh ketidak sendirianitu katamu. So, kamu akan selalu merasa something is missing in your life karena kamu hidup sendiri. Kamu punya anak, namun anakmu tidak tinggal bersamamu.

Bagaimana denganku? Untuk saat ini, well, aku memiliki ketiga hal yang disebut oleh Ayu Utami, aku menikah, punya pekerjaan, dan punya anak. Apakah kemudian aku merasa hidupku lengkap? So aku bisa merasa bahagia begitu? Kenyataannya tidak. Dan kamu tahu persis masalah ini.

Dalam serial Sex and the City episode 5 session 5, Carrie Bradshaw, salah satu tokoh utama di film ini mengatakan bagi orang New York, mereka membutuhkan tiga hal untuk merasa hidup mereka lengkap, yakni, pekerjaan, a plus one (bisa jadi suami/istri, ato pacar), dan apartemen. Di episode ini diceritakan Carrie yang tidak punya pacar. Ketika dia naksir seorang penulis bernama Jack Berger, dia harus patah hati karena ternyata Jack sudah punya a plus one, a girlfriend. Setelah bercerita-cerita kepada ketiga temannya, dalam perjalanan pulang dia merenung, bukankah sudah hebat memiliki 2 hal dari 3 hal yang disebut tadi? Dia punya pekerjaan yang keren, dan juga apartemen. Namun, kemudian dia pun bertanya pada diri sendiri, mengapa dia tetap merasa tidak memiliki apa-apa hanya karena dia tidak memiliki satu hal tersebut, a plus one? Mengapa kemudian dua hal yang dia miliki menjadi terasa tidak begitu berharga?

Aku pikir-pikir, daripada aku menggunakan kriteria orang Indonesia yang disebutkan Ayu Utami untuk membuat hidupku ini terasa lengkap, aku lebih memilih yang diprasyaratkan oleh Carrie, seorang New Yorker. Aku memiliki pekerjaan. Aku juga sudah memiliki a plus one, yakni anakku. Apartemen? Ato rumah? Well, aku bisa tinggal di mana saja, asal aku punya uang untuk menyewa kamar. Aku tidak setuju dengan Carrie yang mengatakan bahwa tidak memiliki salah satu dari ketiga hal tersebut membuat kita merasa tidak memiliki apa-apa.

Bagaimana menurutmu say? Kamu pilih kriteria yang mana? Yang disebutkan oleh Carrie? Ato Ayu Utami? Apakah kemudian kamu akan menyebutku telah di-Amerika-kan oleh studiku? Secara fisik aku adalah orang Indonesia, namun dari cara berpikir aku telah menjelma menjadi seorang New Yorker? Aku setuju dengan pendapat orang yang mengatakan bahwa kehadiran internet telah membuat dunia ini serasa mengecil, hingga di masa yang akan datang, tak ada lagi beda yang mencolok antara belahan bumi timur dan barat. Semua menjadi satu. Kamu setuju?

Salam,

Nana




Comments RSS

Leave a Reply